Kisah persahabatan antara Adit, Dennis, Mitha, dan Devi serta si mungil Adelya yang kehidupannya diwarnai petualangan tak terduga. Adit berperan sebagai penggerak, motivator, juga inspirator bagi para sahabatnya untuk melewati hari–hari dalam menggapai mimpi di masa mendatang.
Namun, perjalanan tak semulus jalan tol. Mereka harus berhadapan dengan duo yang selalu mencari celah untuk mendapat keuntungan tanpa usaha, si Sopo Jarwo. Perbedaan paham atau cara pandang merupakan bumbu utama yang memicu “perseteruan” abadi antara Adit Cs dan Sopo Jarwo.
Tapi perseteruan keduanya bukanlah secara fisik maupun secara emosional. Beruntung di antara mereka ada Haji Udin, ketua RW yang telah menjabat selama belasan tahun. Sosok bijaksananya menjadi penengah antara Sopo Jarwo dan Adit Cs. Petuah bijak yang disampaikannya dengan ringan dan lugas mampu mengembalikan suasana gaduh menjadi teduh.[3]
Karakter
Adit, tokoh utama dalam kisah ini
Dennis, teman karib Adit yang selalu ketakutan setiap melihat Jarwo
Mita, teman Adit
Adel, adik perempuan Adit yang masih berusia balita
Devi, teman Adit
Bunda, ibu Adit
Ayah, ayah Adit
Sopo, pengangguran bertubuh tambun yang agak lamban pemikirannya, selalu bersama dengan Jarwo kemana-mana
Jarwo, pengangguran yang bekerja serabutan dan kadang berseteru dengan Adit, meski beberapa kali pula saling bekerjasama
Haji Udin, Ketua RW yang bijaksana dan sering menjadi penengah atau pemberi solusi untuk setiap masalah yang ditimbulkan oleh Sopo Jarwo
Kang Ujang, tukang bakso yang sering dibantu oleh Sopo Jarwo sebagai ganti dari bakso gratis yang diberikan untuk mereka berdua
Pak Dasuki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar